loading

Makassar – Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Sulawesi Selatan bersama Unit Opsnal Cyber Polda Sulawesi Selatan mengadakan konfrensi pers atas penangkapan tersangka shobis yang melancarkan aksinya dengan mencatut nama Rans Entertaintmen yang merupakan badan usaha hiburan milik artis Raffi Ahmad dan Nagita Slavina.

Dalam konfrensi pers tersebut terungkap kronologis dan barang bukti yang digunakan oleh para pelaku dalam melancarkan aksinyanya.

Bermula saat anggota Unit Opsnal melakukan patroli siber berkaitan dengan banyaknya beredar pesan Whatshapp bahwa RANS ENTERTAIMENT yang merupakan pesrusahaan hiburan dari artis papan atas RAFFI AHMAD sedang membagi-bagikan hadiah berupa uang tunai. Sehingga unit Opsnal Cyber polda Sulsel segera merespon dengan melakukan Patroli Sibernya dan menemukan lokasi pelaku.

Pada hari itu juga (03 Oktober 2022) sekitaran Pukul 11.00 Wita anggota Opsnal bertolak ke Kabupaten Wajo yang merupakan lokasi pelaku. Sekitaran Pukul 17.00 Wita, tim Opsnal Siber berhasil menemukan lokasi dan langsung melakukan penggerebekan di rumah yang merupakan tempat untuk melakukan penipuan tersebut.

Unit Opsnal Cyber Polda Sulawesi Selatan berhasil mengamankan 6 orang diantaranya Sdr. SG 38 Tahun, Sdr. AA 33 Tahun, Sdr. UR 37 Tahun, Sdr. SN 22 Tahun, Sdr. BN 38 Tahun dan Sdr. MF 18. Dengan barang bukti 10 Unit Laptop, 11 Unit Handphone, 4 Unit Mesin cetak Struk, 31 Buah Modem dan 3 Gulung Kertas Resi BNI.

Setelah dilakukan introgasi awal keenam pelaku tersebut mengakui perbuatannya dan melancarkan aksi penipuannya dengan cara mengirimkan pesan melalui Whatshapp yang berisikan bahwa Rans Entertainment sedang membagi-bagikan hadiah berupa uang tunai kemudian apabila si penerima membalasnya maka akan meminta untuk mengisikan data diri berdasarkan KTP dan nomor rekening yang selanjutnya pelaku membuat bukti Transfer yang di print sendiri seakan-akan sejumlah uang Rp.45.000.000 telah di kirim dari rekening atas nama Nagita Slavina namun uang tersebut dapat cair apabila si penerima telah mengirimkan sejumlah uang sebagai biaya untuk pengiriman ataupun pajak dari hadiah tersebut.

Setelah korban mengirimkan sejumlah uang maka para pelaku bukannya mengirimkan sejumlah uang yang di janjikannya malah meblokir korbannya.

Posted in Berita Utama TeknologiTagged

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

X